Tenggarong (Humas) – Ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan Tadarus dan Khatmil Qur’an Pesantren Ramadan Rohis Indonesia yang diselenggarakan secara daring dan dipusatkan di Masjid Agung Jawa Tengah. Kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan fasilitasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (Pendais).
Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 6.000 peserta didik dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Indonesia. Dari Kabupaten Kutai Kartanegara, sekolah yang turut berpartisipasi di antaranya SMPN 2 Tenggarong, SMPN 3 Tenggarong, SMAN 1 Tenggarong, SMKN 1 Tenggarong, SMAN 1 Muara Badak, SMKN 1 Muara Badak, serta SMAN 2 Muara Kaman.
Kasi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kukar Isna Radiyah, S.Pd.I., M.Pd. bersama Ketua Pokjawas Alimuddin, S.Pd.I. dan Pengawas Pendidikan Agama Islam Tarwiyah, S.Ag., M.Si. turut mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan tersebut di sekolah-sekolah yang mengikuti.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Nomor B-147/Kw.16.3/HM.01/03/2026 tentang pelaksanaan kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan di satuan pendidikan.
Sejak pukul 08.00 WITA, para siswa bersama guru Pendidikan Agama Islam dan pembina Rohani Islam (Rohis) mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan tadarus Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan khatmil Qur’an bersama Menteri Agama Republik Indonesia secara daring.
Isna Radiyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan pendidikan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pokjawas PAI Alimuddin menambahkan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tadarus dan khatmil Qur’an bersama ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, kedisiplinan ibadah, serta kebersamaan di kalangan peserta didik.(rst)