Logo

KEMENAG

KUKAR

Kemenag Kukar Dorong Pesantren Aman dan Berintegritas

08 May 2026 | Administrator | 64 views
Kemenag Kukar Dorong Pesantren Aman dan Berintegritas

Kukar (Humas) – Maraknya pemberitaan mengenai berbagai kasus yang terjadi di lingkungan pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Sudarto, S.E., M.Pd.I., saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (06/05), menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.

Sudarto mengatakan bahwa salah satu faktor terjadinya kasus di lingkungan pondok pesantren adalah belum terpenuhinya syarat dan kompetensi seorang pembina atau kiai pondok pesantren.

“Pertama, secara akidah harus lurus, hubungan dengan Allah SWT harus baik serta bersih dari segala bentuk syirik. Kedua, secara ibadah harus baik, menjaga salat dan amalan ibadah lainnya sehingga terbentuk menjadi pribadi yang baik. Ketiga, memiliki akhlak mulia agar dapat menjadi teladan bagi para santri. Keempat, wajib menjauhi perbuatan maksiat. Selain itu, secara keilmuan juga harus menguasai materi yang akan disampaikan kepada anak didik,” jelas Sudarto.

Lebih lanjut Ia mengatakan sebagai langkah pencegahan agar hal serupa tidak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kemenag Kukar bersama Forum Komunikasi Pesantren berencana melakukan pertemuan rutin guna saling mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan. Menurutnya, seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan tetap memerlukan nasihat dan masukan agar tidak menyimpang dari nilai-nilai yang benar.

Ia juga menghimbau para mitra ustaz dan ustazah agar selalu kooperatif dalam menjaga lingkungan pendidikan pesantren. Selain itu, pondok pesantren diharapkan dapat memfasilitasi pemasangan CCTV sebagai bentuk pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan pondok.

Sudarto juga menekankan pentingnya keberanian para santri untuk menyampaikan apabila menemukan kejanggalan atau hal-hal yang tidak semestinya terjadi di lingkungan pesantren.

“Semua upaya ini dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesantren tetap terjaga serta nama baik pesantren dapat terus dipertahankan di tengah berbagai isu yang berkembang saat ini,” pungkasnya.(sis)