Logo

KEMENAG

KUKAR

Kakan Kemenag Kukar Tinjau Seleksi OMI 2026, Pembinaan Peserta Jadi Perhatian

09 September 2026 | Administrator | 146 views
Kakan Kemenag Kukar Tinjau Seleksi OMI 2026, Pembinaan Peserta Jadi Perhatian

Kukar (Humas) – Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara telah memasuki hari terakhir. Pada hari terakhir pelaksanaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Ariyadi F., S.Ag., M.Pd., berkesempatan meninjau secara langsung pelaksanaan seleksi OMI 2026 di MAN 2 Kukar, salah satu dari enam titik lokasi (tilok) pelaksanaan OMI di Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (09/09).

Pada hari terakhir tersebut, seleksi OMI 2026 dilaksanakan bagi peserta jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pelaksanaan seleksi berlangsung dengan peserta mengikuti tahapan kompetisi sesuai bidang yang telah ditentukan.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Hj. Eka Nurhidayah, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan pesan kepada para peserta agar menjadikan OMI sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengalaman berharga dalam mengembangkan potensi diri.

“Ingat, OMI bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang proses belajar, keberanian berkompetisi, pengalaman, dan pembentukan karakter. Jika hari ini kalian mendapatkan hasil terbaik, bersyukurlah,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing dan kepala madrasah yang telah memberikan pendampingan serta dukungan kepada para peserta selama mengikuti rangkaian OMI 2026.

“Kepada para guru pembimbing dan kepala madrasah, saya menyampaikan terima kasih atas pendampingan dan dukungan yang luar biasa kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eka berharap pembinaan terhadap peserta didik yang memiliki potensi tidak berhenti setelah pelaksanaan OMI 2026 berakhir. Menurutnya, peserta yang memiliki kemampuan dan prestasi perlu mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan sebagai persiapan untuk mengikuti kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

“Harapan saya, setelah OMI ini selesai, pembinaan tidak berhenti. Anak-anak yang memiliki potensi agar terus dibina, dibuatkan program latihan yang berkelanjutan, dan dipersiapkan untuk kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi,” harapnya.(sis)