Kukar (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Ariyadi F., S.Ag., M.Pd., memberikan arahan penting dalam agenda Rapat Rutin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Penghulu yang dirangkaikan dengan kegiatan Penguatan Kepenghuluan.
Acara yang digelar oleh Assosiasi Penghulu Republik Indonesi (APRI) Kabupaten Kutai Kartanegara, turut dihadiri Kasi Bimas Islam H. Fairuz Khalil, S.Ag., M.H. Ketua APRI Kab Kukar Drs. H. Ihsanul Karim, M.H. dan Kepala KUA dan Penghulu yang berlangsung khidmat di KUA Kecamatan Loa Janan pada Selasa (13/10).
Dalam arahannya, Ariyadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama di wilayah Kutai Kartanegara. Ia juga mengingatkan bahwa KUA bukan hanya tempat pencatatan pernikahan, melainkan pusat layanan keagamaan yang harus prima, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Sebagai ujung tombak Kemenag di kecamatan, para Kepala KUA dan Penghulu harus terus menjaga integritas serta profesionalitas. Kita harus memastikan seluruh layanan bebas dari pungutan liar (pungli) dan terus berinovasi memanfaatkan teknologi informasi demi kemudahan umat," tegas Ariyadi, saat memberikan pengarahan.
Selain evaluasi kinerja bulanan, agenda ini berfokus pada Penguatan Kepenghuluan. Ariyadi, menyoroti peran strategis Penghulu dalam membentengi ketahanan keluarga di masyarakat. Para Penghulu diminta untuk lebih aktif dan kreatif dalam memberikan bimbingan perkawinan (Bimwin) guna menekan angka perceraian dan mencegah pernikahan anak di bawah umur.
Melalui penguatan ini, diharapkan kompetensi literasi hukum Islam dan pemahaman regulasi negara bagi para penghulu semakin meningkat, sehingga mereka mampu menyelesaikan berbagai dinamika problem keagamaan di wilayah kerja masing-masing dengan bijaksana.
Diakhir arahannya Ariyadi menyampaikan agar semua kepala KUA dan penghulu mendukung pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2026 dan juga menghimbau agar dapat memasang baleho atau spanduk dalam rangka peringatan hari santri, pungkasnya.
Rapat rutin ini ditutup dengan sesi diskusi Bahsulmasail serta penyusunan rencana aksi strategis untuk program kerja bulan berikutnya.(din)